Untuk memulai sebuah bisnis, anda tentunya akan membutuhkan modal yang cukup besar. Jika anda telah memiliki modal tabungan uang yang besar, uang bukanlah masalah yang besar. Tetapi berbeda dengan orang yang memiliki modal yang terbatas. Jika anda ingin memulai sebuah bisnis tetapi modal anda terbatas, anda bisa mencoba sistem bagi hasil. Tapi taukah anda apa itu sistem bagi hasil? Jika anda belum tahu, anda bisa simak ulasan dibawah ini

Apa itu Sistem Bagi Hasil?

Sistem bagi hasil merupakan suatu pentuk perjanjian yang dilakukan oleh pengusaha dengan investor untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Perjanjian bagi hasil ini dilakukan dengan kontrak tertulis antara kedua belah pihak apabila perusahaan menghasilkan keuntungan, keuntungan tersebut akan perusahaan bagi dengan investor dengan jumlah pembagian dapat disesuaikan dengan kontrak yang telah dibuat.

Akan tetapi jika bisnis yang pengusaha lakukan mengalami kerugian, kedua belah pihak yaitu pengusaha dan investor akan menanggung kerugian tersebut bersama-sama sesuai dengan porsi yang telah keduanya sepakati.

Metode Pembagian Dalam Sistem Bagi Hasil

Untuk mengatur sistem bagi hasil, ada beberapa metode yang dapat anda gunakan, antara lain:

1. Pembagian profit

Metode pembagian proft ini merupakan metode yang paling mudah untuk anda lakukan. Cara melakukan sistem bagi hasil menggunakan metode ini adalah dengan menghitung berapa keuntungan yaitu dengan mengurangi pendapatan dengan biaya operasional. Untuk jumlah pembagiannya dapat anda sesuaikan dengan kontrak yang telah anda tulis.

2. Gross profit sharing

Gross profit sharing merupakan metode pembagian sistem bagi hasil dengan membagikan laba kotor yang telah perusahaan dapatkan. Cara menghitung metode ini adalah dengan membagi hasil keuntungan yang dihitung dari pendapatan yang kemudian anda kurangi dengan harga pokok penjualan (HPP) sebuah produk. Perhitungan tersebut belum dikurangi dengan beban atau biaya lain seperti biaya operasional, administrasi, pajak, dan lainnya.

3. Revenue sharing

Metode revenue sharing ini merupakan pembagian dari hasil pendapatan suatu usaha yang berlaku pada sistem perbankan. Cara menghitung metode ini berasal dari total pendapatan pengelolaan yang belum dikurangi dengan biaya operasional dan komisi.

 

Contoh Sistem Bagi Hasil

a. Sistem Bagi Hasil dengan Investor Sekaligus Rekan Kerja

Sistem bagi hasil yang digunakan untuk hal ini adalah pembagian labanya berasal dari modal serta gaji atas hasil kerjanya. Hal itu karena meskipun ia dalah seorang investor, ia tetap bekerja dengan status sebagai karyawan. Maka ia berhak mendapatkan gaji rutin sebagai karyawan danpembagian laba sebagai investor. Pembagian laba ini juga perlu disepakati oleh kedua belah pihak

b. Sistem Bagi Hasil dalam Bentuk Saham

Untuk sistem bagi hasil dalam bentuk saham ini biasanya tergantung dari berapa banyak saham yang dimiliki oleh seseorang investor. Pada sistem saham, biasanya investor tidak terlibat dalam kegiatan operasional usaha yang ia bantu modali. Mereka hanya akan memberikan dana investasi mereka dalam bentuk saham. Jumlah pembagian laba yang akan mereka terima juga tergantung pada berapa harga saham yang mereka miliki.

c. Sistem Bagi Hasil dalam Bentuk Pinjaman

Investor yang memberikan dana dalam bentuk pinjaman biasanya disebut dengan kreditur. Status modal dalam hal ini adalah pinjaman dan tidak ada keterikatan antara pengusaha dan kreditur.

Sehingga sistem bagi hasil ini tidak terpengaruh dengan pembagian laba keuntungan. Anda hanya harus membayar pinjaman dengan jumlah yang sesuai dan dengan jatuh tempo yang telah ditetapkan kedua belah pihak. Begitu juga pada saat bisnis anda terpuruk, kreditur tidak bisa terlibat dan pengelola bisnis dan anda harus tetap menjalani kewajiban untuk membayar pinjaman. Anda harus tetap membayar pinjaman tersebut sesuai dengan jatuh tempo. Jika anda membayar pinjaman tersebut melewati tempo yang sudah kedua belah pihak sepakati, maka bunga pinjaman anda akan dapat bertambah.

Nah, itu tadi merupakan penjelasan mengenai sistem bagi hasil. Sebelum melakukan sistem bagi hasil ada baiknya anda telah merencanakan usaha anda dengan baik. Sekian dari Rudius Media, semoga bermanfaat ya!

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *