Presiden Jokowi Larang Pejabat Bukber, Kini Tuai Kritikan Masyarakat

jokowi larang pejabat bukber

News – Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, telah mengeluarkan surat yang isinya melarang para pejabat dan pemerintah daerah untuk melakukan buka bersama pada puasa ramadhan tahun ini. Surat yang diterbitkan oleh Jokowi tersebut ditunjukkan kepada semua pegawai di segala instasi pemerintahan masing-masing.

Namun, surat yang Jokowi keluarkan tersebut menuai banyak pro kontra di masyarakat. Hal tersebut karena sebulum Ramadhan, ada banyak kegiatan ataupun acara yang memiliki banyak pengunjung namun tidak dilarang.

Menurut Cecep Darmawan selaku Sekjen Asosiasi Ilmuan Administrasi Negara dan juga sebagai guru besar UPI, langkah dari pemerintah tersebut terkesan inkostisten.

“Kalau saya melihat ini, pemerintah harusnya konsisten dalam larangan-larangan. Kalau dilarang orang buka bersama itu seharusnya kan orang yang hajatan juga dilarang. Harus konsisten. Kalau kumpul-kumpul tadi tidak dilarang, mestinya buka bersama juga jangan dilarang,” kata Cecep

Memang pemerintah berniat baik untuk melindungi para rakyatnya dari penyebaran covid-19. Larangan tersebut berguna agar virus covid-19 tak lagi meledak.

“Tetapi ini menurut saya salah kaprah. Maksudnya, jangan dilarang buka bersamanya tetapi buka bersama melalui prokes yang ketat. Itu yang benar,” ujar Cecep.

Cecep merasa kalau memang tujuannya untuk mencegah penyebaran virus covid-19, larangan tersebut harusnya berlaku kepada seluruh masyarakat, bukan hanya pejabat dan ASN saja. Itu karena penyebaran virus covid-19 dapat terjadi pada semua orang.

“Kenapa yang ASN dan pejabat saja yang dilarang? Itu juga kan kebijakan yang menurut saya keliru. Kalau mau dilarang, ya semua, Apakah Covid-19 hanya untuk ASN? Itu menurut saya tidak tepat,” ungkap Cecep.

“Momentumnya mengapa ini di bulan puasa. Karena sebelum bulan puasa orang ngumpul-ngumpul kan biasa, bahkan kumpul-kumpul di hotel, sosialisasi ini itu, ASN itu kan ngumpul tiap hari, ada kegiatan, nah kenapa nggak dilarang,” Imbuhnya.

Baca Juga :  Analisis SWOT dalam Membangun Usaha dengan Efektif

Recommended For You

About the Author: admin 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *